Selamat Datang di Website Ekonomi Mikro Syariah

POLA UMUM PENDIRIAN & OPERASIONAL BMT

Jumat, 21 Oktober 2011


MAKLUMAT
RIBA & PERMASALAHANYA
              Dalam hal Muamalah, segala hal yang berkaitan dengan muamalah adalah boleh (mubah) sebelum ada dalil yang mengharamkannya (Kaidah usul Fiqh).
              Beberapa larangan dalam Muamalah :
            1. RIBA (Tambahan/bertambahnya suatu nilai diluar pokok pinjaman tanpa melihat
             akad, untung dan rugi)
            2. GHOROR (PENIPUAN/TIDAK JELAS)
            3. MAISIR (UNTUNG-UNTUNGAN)
            4. GHOBN (PENIMBUNAN)

3.         ISLAM MEMANDANG PROSES/ CARA MENDAPATKAN HARTA DARI PADA HASIL.
              DALAM ISLAM UANG BUKAN ALAT KOMODITI TETAPI TIDAK LEBIH DARI SEKEDAR ALAT TUKAR.

5.         JENIS-JENIS RIBA :
            a. RIBA NASI’AH (Bertambahnya nilai karena waktu).
            b. RIBA QORDHI (Bertambahnya nilai karena jasa pinjaman)
            c. RIBA FADHL (Bertambahnya nilai karena pertukaran barang sejenis)
            d. RIBA YADHI (Berpisah tempat sebelum timbang terima).

6.         KARAKTERISTIK RIBA (Imam Arrozi) :
            1. ADANYA ZIADAH (TAMBAHAN).
            2. DIAMBIL DARI POKOK
            3. ADANYA UNSUR WAKTU
            4. ADANYA UNSUR KEPASTIAN
            5. UNSUR DZALIM & BATHIL


BUNGA & FATWA 
SOLUSI ISLAM TENTANG RIBA
             PRINSIP KERJASAMA BAGI HASIL.
            (MUDLOROBAH & MUSYAROKAH).
2.         PRINSIP JUAL-BELI.
            (BAI’ AL-MUROBBAHAH, SALAM, & ISTISHNA)
3.         PRINSIP SEWA (AL-IJAROH).
4.         PRINSIP TITIPAN (WADI’AH).
5.         PRINSIP PINJAMAN (QORDH)
6.         PINSIP GADAI (RAHN)
7.         PRINSIP PERWAKILAN (WAKALAH)
8.         PRINSIP PENGALIHAN PIUTANG (HIWALAH)
9.         PRINSIP PENJAMINAN (KAFALAH)
10. PRINSIP JASA (UJROH)
11. PRINSIP SYARI’AH LAINNYA.

PENGERTIAN BMT
BMT = BAITUL MAAL WAT TAMWIL (RUMAH HARTA & PENGEMBANGAN KEUANGAN)
BMT = BALAI USAHA MANDIRI TERPADU (ISTILAH DARI ICMI).
BMT SAAT INI LEBIH BANYAK DIDEFINISIKAN SEBAGAI LEMBAGA KEUANGAN MIKRO YANG DIOPERASIKAN DENGAN PRINSIP BAGIHASIL, MENUMBUHKEMBANGKAN BISNIS USAHA MIKRO DAN KECIL, DALAM RANGKA MENGANGKAT DERAJAT DAN MARTABAT SERTA MEMBELA KEPENTINGAN KAUM FAKIR MISKIN (Amin Azis : 2004).
ALUR KERJA BMT
Landasan Hukum BMT = KJKS/UJKS
Mengacu pada pasal 33 UUD 1945, maka kita melihat bahwa koperasi sebagai model  badan usaha yang berbasis ekonomi kerakyatan yang dianggap paling sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia. Pada tataran pelaksanaannya telah diatur dan dikembangkan dalam berbagai peraturan.  Misalnya, Undang-undang nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian.
Berikutnya diikuti dengan PP No. 9 Tahun 1995 tentang pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi, kepmen koperasi dan PKM No. 194/KEP/M/IX/1998 tentang petunjuk pelaksanaan kegiatan kesehatan KJKS/UJKS/BMT-Koperasi dan kepmen Koperasi dan PKM No. 351/KEP/M/XII/1998 tentang petunjuk pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi.
Berkaitan dengan telah menjamurnya berbagai koperasi yang menawarkan jasa keuangan syariah, baik berlabel Baitul Maal wat-Tamwil (BMT), Baitul Tamwil Muhammadiyah (BTM),  Koperasi Simpan Pinjam Syariah (KJKS), maka Kementerian Koperasi dan UKM memayungi serta menata dalam format Koperasi Jasa Keuangan Syariah dengan  No.91/KEP/M.KUKM/IX/2004 tentang Petunjuk Pelaksanaan Kegiatan Usaha Koperasi Jasa Keuangan Syariah
CARA PENDIRIAN
           Inisiasi/ Prakarsa
           Identifikasi calon pendiri
           Pembentukan P3B (Panitia Persiapan Pendirian BMT)  minimal terdiri dari : Ketua, Sekretaris & Bendahara, yang bertugas untuk :
          1. Melakukan sosialisasi kepada calon pendiri).
          2. Penghimpunan modal awal.
          3. Penyusunan AD/ ART & Organisasi BMT.
          4. Rencana Pengelola (SDM).
          5. Rencana wilayah kerja/ lokasi BMT
           Sosialisasi Model lembaga BMT  kepada calon pendiri
           Penghimpunan modal awal
           Pelatihan & Pemagangan pengelola BMT
7.       Persiapan Sarana & Prasarana :
          a. Susunan Pengelola.
          b. Model Produk & sistem operasionalnya.
          c. Formulir/ warkat-warkat.
          d. Meubeleair.
          e. Komputer / Mesin Tik
          f. ATK dll
8.       Pengurusan Perizinan (sebelum keluar dapat mengajukan kemitraan dengan lembaga pendukung gerakan BMT untuk proses pembinaan)
          Badan Hukum KJKS dari Dinas Koperasi
          Izin domisili usaha Desa/ Kecamatan.
          SIUP/ TDP dari Disperindag.
          SITU/ HO dari Pemda.
          NPWP dari Direktorat Pajak
9.       Grand Opening / Launching (BMT Siap beroperasi ).

PLAFON MODAL : 1.000.000,-
JANGKA WAKTU : 10 BULAN
RATA-RATA PENDAPATAN ANGGOTA : 100.000 / BLN.
BAGIHASIL DISEPAKATI : 27 % BMT : 73 % ANGGOTA DARI LABA

BULAN 1 USAHA ANGGOTA MENDAPAT KEUNTUNGAN Rp. 80.000,-
        MAKA KEWAJIBAN ANGGOTA KEPADA BMT BULAN 1 ADALAH :
          POKOK        : 100.000,-
          BAGI HASIL :   21.600,-
          JUMLAH       : 121.600,-
BULAN 2 USAHA ANGGOTA MENDAPAT KEUNTUNGAN Rp. 120.000
        MAKA KEWAJIBAN ANGGOTA KPD BMT BULAN KE 2 :
          POKOK        : 100.000,-
          BAGI HASIL :   32.400,-
          JUMLAH       : 132.400,-
      
CATATAN : SELANJUTNYA ANGGOTA MEMBAYAR KEWAJIBAN POKOK SAMA, NAMUN BAGI HASIL BELUM TENTU SAMA SETIAP BULAN KARENA DIDASARKAN PADA PENDAPATAN USAHA ANGGOTA.


CONTOH PERHITUNGAN PEMBIAYAAN JUAL-BELI
HARGA JUAL = HARGA BELI + BIAYA OPS + KD

HARGA BELI TV  14 INC    : 1.000.000,-
BIAYA TRANSPORT           :     50.000,-
KD                                             :   150.000,-
HARGA JUAL                         : 1.200.000,-
JK. WAKTU                          : 8 BULAN

JML. ANGSURAN     : 150.000,-/ BLN ATAU 25.000,- / MG.
                                         ATAU 5.000,-/ HARI

DATA BMT
INDONESIA
Jumlah BMT   : 3.200 BMT
Asset              : 2 Trilyun Rupiah
TOKOH PENTING KEUANGAN MIKRO
PENUTUP
            “Sesungguhnya Alloh tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya”  Qs. Arro’du : 13.

MARI KITA HIJRAH
MENUJU KEBAHAGIAAN ABADI


VISI, MISI, TUJUAN, & USAHA BMT
VISI BMT DI INDONESIA
            Menjadi Lembaga Keuangan Mikro Syari’ah (dengan sistem bagi hasil) yang profesional dan terpercaya, memiliki jaringan yang luas mencakup tiga perempat usaha mikro dan kecil diseluruh Indonesia sebelum Tahun 2014.
MISI
            Menciptakan sistem, lembaga dan kondisi kehidupan ekonomi rakyat banyak dilandasi oleh nilai-nilai dasar salaam, keselamatan berintikan keadilan, kedamaian dan kesejahteraan, melandasi tumbuh berkembangnya tiga perempat usaha mikro dan kecil di Indonesia.
TUJUAN
            Terciptanya sistem, lembaga, dan kondisi kehidupan ekonomi rakyat banyak dilandasi oleh nilai-nilai dasar salaam, keselamatan berintikan keadilan, kedamaian dan kesejahteraan, melandasi tumbuh berkembangnya tiga perempat usaha mikro dan kecil di Indonesia.
USAHA
            1. Mengembangkan kegiatan simpan pinjam dengan prinsip bagi hasil sesuai syari’ah.
            2. Mengembangkan lembaga dan bisnis kelompok Usaha Muamalah (POKUSMA) yaitu
          kelompok simpan pinjam yang khas binaan BMT.
            3. Jika BMT berkembang cukup mapan, memprakarsai pengembangan Bisnis Usaha Riil
          (BUSRIL) dari Pokusma-pokusma sebagai badan usaha pendampingmenggerakkan
          ekonomi riil rakyat kecil di wilayah kerja BMT dengan manajemen terpisah dari BMT.
            4. Mengembangkan jaringan kerja dan jaringan bisnis BMT dan sektor riil mitranya
          sehingga menjadi barisan semut yang tangguh serta mampu mendongkrak kekuatan
          ekonomi bangsa.
PRINSIP OPERASIONAL BMT
                   PENUMBUHAN
                 Tumbuh dari masyarakat sendiri dengan dukungan Aghniya (masyarakat yang mampu secara ekonomi) dan Pokusma yang ada di daerah tersebut.
                 Modal awal minimal 30 juta dihimpun dari para pendiri dalam bentuk simpanan pokok khusus (SPK).
                 Jumlah pendiri minimal 20 Orang.
                 Landasan sebaran keanggotaan yang kuat sehingga BMT tidak dikuasai oleh perseorangan dalam jangka panjang.
                 BMT adalah lembaga bisnis, menciptakan keuntungan, tetapi juga memiliki komitmen yang kuat untuk membela kaum yang lemah dalam penanggulangan kemiskinan.

2.             PROFESIONALITAS
                 Pengelola profesional, bekerja penuh waktu, Pendidikan minimum D.3, mendapat pelatihan pengelolaan BMT oleh lembaga yang kompeten (PINBUK, ABSINDO, BMT CENTER) paling sedikit 2 Minggu, memiliki komitmen kerja penuh waktu, penuh hati dan perasaannya untuk mengembangkan BMT.
                 Pola jemput bola, aktif berbaur dengan masyarakat.
                 Pengelola profesional berlandaskan Sifat-sifat : Siddiq, Amanah, Fathonah, Tabligh, sabar dan Istiqomah.
                 Berlandaskan sistem dan prosedur : SOP, Komputerisasi software akuntansi.
                 Pengurus mampu melaksanakan fungsi pengawasan yang efektif.
                 Akuntabilitas dan transparansi dalam pelaporan.
                 Bersedia menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga pendukung gerakan BMT seperti : PINBUK, Absindo, atau BMT center.
3.             PRINSIP ISLAMIYAH
                 Menerapkan cita-cita Islam (Salaam : keselamatan, keadlian, kedamaian dan kesejahteraan) dalam kehidupan ekonomi rakyat banyak
                 Akad yang jelas.
                 Rumusan penerapan Penghargaan dan sanksi yang jelas dan tegas.
                 Berpihak pada yang lemah.
                 Menerapkan nilai-nilai Islam dalam semua hubungan Islam.
                 Program pengajian/ penguatan ruhiyah yang teratur dan berkala secara berkelanjutan  sebagai bagian dari program Dai Fi’ah Qolilah (DFQ).



ISI ANGGARAN DASAR & ANGGARAN RUMAH TANGGA
A.            ANGGARAN DASAR
NAMA LEMBAGA
TEMPAT/ ALAMAT
WILAYAH GARAPAN
TUJUAN
FUNGSI/ KEGIATAN/ JENIS USAHA
KEORGANISASIAN, MAT, MATLUB, RAPAT-RAPAT.
KEANGGOTAAN
PENGURUS
MODAL
DISTRIBUSI PENDAPATAN
PEMBUBARAN
PERATURAN PERALIHAN

B.            ANGGARAN RUMAH TANGGA
JOB DESCRIPTION.
MEKANISME PEMBAGIAN KEWENANGAN.
KETENTUAN TENTANG OPERASIONAL SIMPANAN, PEMBIAYAAN, ZIS DLL.
KETENTUAN TENTANG KEPERSONALIAAN.
DLL



0 komentar:

Poskan Komentar