Selamat Datang di Website Ekonomi Mikro Syariah

Potret Lembaga Keuangan Mikro Syariah

Rabu, 06 Juli 2011


Tahun 2005 dicanangkan sebagai Tahun Keuangan Mikro Indonesia (TKMI) yang secara resmi dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 26 Februari 2005. Pencanangan TKMI merupakan wujud keberpihakan dunia dan negara atas peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui lembaga keuangan mikro (LKM). Dan hal ini menunjukan perkembangan yang sangat positif melihat dari statistik angka pengangguran ditahun 2005 berjumlah 40 juta turun menjadi 8,3 juta orang ditahun 2010 (sumber: BPS 2010). Angka penurunan jumlah pengangguran sesuai data yang diperoleh adalah merupakan peran serta perkembangan UMKM di Indonesia yang mencapai 51, 2 juta  tersebar diseluruh wilayah Indonesia.
Pertumbuhan UMKM di Indonesia ini tidak terlepas dari sokongan lembaga – lembaga kredit mikro yang banyak tumbuh dan berkembang untuk memberikan suntikan dana demi memperlancar modal usaha. Lembaga – lembaga kredit mikro atau kita kenal LKM / LKMS berperan aktif dalam mempromosikan pembangunan ekonomi kerakyatan di Indonesia terutama bagi pengusaha mikro dan rumah tangga berpenghasilan rendah di pedesaan.
Pertumbuhan lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) di Indonesia makin menunjukkan tren kemajuan yang signifikan. Dengan sasaran utama para pelaku usaha mikro dan super mikro yang umumnya berada di pedesaan, LKMS menjelma menjadi penggerak ekonomi rakyat kecil yang tangguh. Dari beberapa data yang didapat bahwa jumlah  LKMS/BMT saat ini sudah berjumlah 4000 (Sumber; BMT Center 2010)  yang tersebar diseluruh Indonesia.  Informasi dari  Republika.com,  jumat, 10 Desember 2010 bahwa perkembangan LKMS/BMT ditahun 2011 akan tumbuh 45%.
Menurut beberapa pakar / pengamat lembaga keuangan mikro mengatakan bahwa pertumbuhan LKMS/BMT setidaknya di pengaruhi oleh empat faktor, yaitu kesadaran syariah masyarakat yang makin meningkat, kepercayaan masyarakat yang makin tinggi dan pemberitaan yang semakin luas, tertatanya lembaga-lembaga Mezzo yang membuat regulasi bagi BMT dan melakukan pengawasan dan pelatihan, serta kepercayaan lembaga perbankan dan pemerintah untuk melakukan linkage program.
Pertumbuhan LKMS/BMT tersebut sejalan dengan 4 pilar perkembangan LKMS/BMT. Pertama permodalan yang kuat, kedua jaringan yang luas dan efektif, ketiga sumber daya insani yang handal, dan keempat informasi dan tekhnologi yang solid (sumber: pinbuk). Empat pilar inilah yang akan bisa menjadi tonggak perkembangan LKMS/BMT di Indonesia. Semoga….  (Materi; Circle Study Club Ekis, @Toman Café, kamis 30 juni 2011)

0 komentar:

Poskan Komentar