Selamat Datang di Website Ekonomi Mikro Syariah

BMT Indonesia Kelola Aset Rp 3 Triliun

Jumat, 12 November 2010

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pertumbuhan lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) di Indonesia makin menunjukkan tren kemajuan yang signifikan. Dengan sasaran utama para pelaku usaha mikro dan super mikro yang umumnya berada di pedesaan, LKMS menjelma menjadi penggerak ekonomi rakyat kecil yang tangguh.

Sampai saat ini, sudah terdapat sekitar tiga juta nasabah mikro yang memperoleh pembiayaan dari LKMS atau Baitul Mal wa Tamwil (BMT). Aset yang dikelola LKMS/BMT pun sudah menyentuh angka Rp 3 triliun.

Ketua Umum BMT Center, salah satu organisasi nasional yang memayungi BMT/LKMS, Jularso, menjelaskan, saat ini sudah ada sekitar 4.000 LKMS/BMT yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Umumnya berbadan hukum koperasi jasa keuangan syariah (KJKS) atau koperasi simpan pinjam syariah (KSPS),” kata Jularso, di Jakarta, Selasa (19/10).

Jularso melanjutkan, tren pertumbuhan BMT/LKMS bisa tercermin dari kondisi organisasinya. Pada tahun 2005 lalu saat BMT Center berdiri, anggota yang bergabung baru 96 unit BMT dengan aset sekitar Rp 364 miliar. Aset para anggota BMT Center terus tumbuh seiring waktu dan perkembangan serta perluasan jaringan.

Pada tahun 2006, lanjut Jularso, aset anggota BMT Center menjadi Rp 458 miliar. Tahun berikutnya, aset anggota meningkat lagi menjadi Rp 695 miliar. Kemudian berturut-turut pada tahun 2008 dan 2009 aset para anggota BMT Center berkembang menjadi Rp 1 triliun dan Rp 1,6 triliun. “Sekarang aset anggota BMT Center sudah sekitar separuh atau 50 persen dari total aset seluruh BMT yang ada di Indonesia,” katanya.

Dikatakan, terus meningkatnya aset BMT/LKMS membuktikan jika lembaga tersebut mampu menunjukkan diri sebagai lembaga yang andal terkait menghimpun dan menyalurkan dana masyarakat “Bahkan terbilang luar biasa karena mayoritas anggota dan nasabahnya adalah pelaku usaha berskala mikro yang selama ini tidak diperhitungkan oleh perbankan sebagai sumber dana,” papar Jularso.

Guna terus meningkatkan kinerja dan profesionalisme pengelolaan BMT serta penguatan konsolidasi, akhir pekan ini, Jumat (22/10) hingga Ahad (25/10), BMT Center akan menggelar konferensi dan lokakarya (workshop) pimpinan puncak BMT yang diselenggarakan di Jakarta.

Perhelatan bertajuk BMT Summit 2010 tersebut merupakan wahana peningkatan wawasan bisnis, ekonomi, sosial, politik, dan pembangunan jejaring para pelaku LKMS/BMT di Indonesia. Ketua Panitia BMT Summit 2010, Awalil Rizki, menerangkan, acara akan diisi oleh para pengusaha nasional seperti Aksa Mahmud, Haryadi Sukamdani, Sandiaga S Uno, dan Anindya Bakrie.

Ada pula para pakar ekonomi nasional seperti Anggito Abimanyu, Gunawan Sumodiningrat, dan Adiwarman A Karim. Sementara di bidang politik, BMT Summit 2010 akan menghadirkan Anies Baswedan (Rektor Universitas Paramadina).

Narasumber lainnya, lanjut Awalil, berasal dari kalangan praktisi keuangan mikro syariah dan pemberdayaan masyarakat, antara lain Eri Sudewo (pendiri Dhompet Dhuafa Republika), Saat Suharto (CEO PT Permodalan BMT Ventura), dan Jularso (Ketua Umum BMT Center). “Kami berharap dari BMT Summit 2010 nanti bisa ada suntikan ilmu dan ide-ide baru untuk meningkatkan potensi pengemabngan BMT atau LKMS di tengah-tengah masyarakat kecil,” tandas Awalil.

d95a9b1e-9c19-4b23-a4e3-99e8f5d68df7
1.03.01
Red: Krisman Purwoko
Rep: EH Ismail

0 komentar:

Poskan Komentar